Coworking Space Menginspirasi Perubahan Budaya Kerja | CoHive

Coworking Space Menginspirasi Perubahan Budaya Kerja

Bagaimana cara coworking space mampu mengubah budaya kerja masyarakat dan kantoran yang masih menggunakan sistem nine to five

Bekerja dengan sistem nine to five terdengar kuno dewasa ini. Tidak percaya? Tengok saja sistem kerja di startup ‘Unicorn’ Indonesia yang mulai menerapkan sistem kerja dengan waktu yang fleksibel bagi para karyawannnya dengan coworking space. Malah mereka memberikan kesempatan pegawainya melakukan pekerjaan secara remote.

 

Sistem atau budaya bekerja yang tidak terbatas ruang dan waktu tersebut dilakukan oleh perusahaan-perusahaan itu sejak masih bertempat di coworking space. Oleh karena itu, coworking space punya peran yang cukup penting terhadap kesuksesan dan budaya kerja dari perusahaan-perusahaan yang tengah berkembang sekarang ini.

Baca juga: Masih Perlukah Kita ke Kantor?

Memangnya apa saja peran dari coworking space yang mengubah budaya kerja dewasa ini? Simak saja penjelasannya berikut.

Coworking space adalah strategic tool

Jangan lihat coworking space hanya sebagai tempat bekerja saja. Di sini produktivitas serta potensi menjalin kerja sama lebih luas, justru tersedia dengan baik. Oleh karena itu, coworking space bisa dijadikan sebagai strategic tool yang bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan bisnis atau usaha.

Hal tersebut diperkuat penelitian yang dilakukan Harvard Business Review dalam artikel berjudul Workspace That Move People. Mereka menuliskan, adanya interaksi yang sering terjadi dalam suasana santai, justru membuat produktivitas semakin meningkat. Bahkan nilainya melebihi tingkat efisiensi yang sering dilakukan perusahaan.

Oleh karena itu, keputusan untuk menggunakan coworking space tidak hanya diambil berdasarkan lokasi dan jumlah uang yang harus dibayar. Akan tetapi berbagai keuntungan jangka panjang yang bisa diperoleh pun patut jadi perhitungan.

Konsep open space

Disadari atau tidak disadari, era digital telah membawa banyak perubahan pada sistem kerja. Demikian halnya dengan alat-alat pendukung kerja. Sudah tidak terbatas ruang dan waktu. Namun sayangnya, kadang gedung kantor tidak mengikuti evolusi tersebut.

Baca juga: Mengajak Pekerja Konvensional Bekerja di Coworking Space

Percaya atau tidak, desain ruang perkantoran sangat berpengaruh terhadap produktivitas pekerjanya. Hal tersebut yang kemudian menjadi pemicu sejumlah perusahaan untuk mulai membenahi ruang kantornya. Beberapa di antaranya mengadaptasi open space, konsep ruang kerja yang dipopulerkan coworking space.

Konsep open space memang sangat mendukung terjadinya lebih banyak interaksi antar pegawai. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, interaksi antar pekerja justru akan meningkatkan produktivitas dan kinerjanya.

Karena interaksi akan menyebabkan komunikasi sebagai ajang pertukaran informasi, yang kemudian berlanjut menghadirkan ide-ide cemerlang untuk perkembangan perusahaan.

Strategi mesin kopi coworking space untuk menambah produktivitas

Seberapa sering kata-kata “Enaknya ngobrol sambil ngopi, nih” terdengar ketika sedang membahas pekerjaan yang penting? Well, tidak bisa dimungkiri, kopi memang menghasilkan kafein yang bisa memicu otak untuk bekerja dengan baik. Oleh karena itu, diskusi pekerjaan akan menjadi lebih hangat dan produktif ketika dilakukan sembari mengopi.

Join Our Newsletter


Lalu bagaimana strategi mesin kopi coworking space menginspirasi? Begini, dalam coworking space akan ditemui banyak orang dari profesi dan organisasi yang berbeda. Biasanya mesin kopi akan menjadi salah satu titik temu antara berbagai kalangan yang ada di coworking space tersebut. Sambil menunggu orang lain membuat kopi, interaksi biasanya akan terjadi. Dari sekadar basa-basi, sampai membicarakan proyek. Dari proses interaksi tersebut pengembangan usaha dan pekerjaan pun akan terjadi.

Toh, kiranya sudah wajar jika kopi bisa menjadi penunjang interaksi bagi para pekerja. Berdasar data Harvard Business Review, mayoritas karyawan perusahaan besar di Amerika Serikat tercatat telah menghabiskan ribuan dolar setiap tahun hanya untuk membeli kopi saat lunch break kantor. Hal ini sejalan dengan peningkatkan keuntungan hingga 20 persen atau 200 juta dolar bagi pemilik cafe atau coffee shop.

Baca juga: Olahraga Jadi Lebih Mudah dengan 5 Startup Ini

Oleh karenanya, wajar jika strategi mesin kopi pun mulai banyak diadaptasi sejumlah perusahaan di Indonesia. Terutama bagi perusahaan besar yang memiliki banyak divisi. Hampir di setiap lantai bisa ditemui mesin kopi yang akan menjadi pemicu setiap orang dari divisi berbeda agar berinteraksi dan berkomunikasi. Karena perusahaan banyak menaruh harapan akan terjadinya kolaborasi antar divisi yang bisa menghasilkan inovasi.

Baik secara langsung maupun tidak langsung, keberadaan coworking space punya peran yang cukup penting terhadap budaya kerja masyarakat Indonesia. Bahkan tidak berlebihan bila coworking space disebut sebagai pembawa perubahan sistem kerja yang diterapkan karena sistem ruang kerja open space benar-benar memberikan dampak yang signifikan pada tingkat produktivitas pekerja.

Sekarang, Anda bisa menikmati fasilitas coworking space dari CoHive di sini.

Facebook Comments

Next Read

Digital Nomad, Perubahan Disruptif atau Peluang? Digital nomad dapat menjadi salah satu alternatif profesi bagi para pekerja yang menyukai traveling.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *